OBAT PADI UMUR 7, 15, 30, 45, DAN 65 HARI. KUNCI SUKSES BERTANI PADI. - kliktani.com

OBAT PADI UMUR 7, 15, 30, 45, DAN 65 HARI. KUNCI SUKSES BERTANI PADI.


Memiliki tanaman padi yang sehat dan terhindar dari serangan hama juga penyakit merupakan dambaan bagi setiap petani, oleh sebab itu banyak petani yang menggunakan berbagai jenis obat padi berbagai  jenis, mulai dari umur padi 7 hari, 15 hari, 30 hari, 45 hari, sampai 65 hari. 

Untuk mendapatkan tanaman padi yang sehat, tidak jarang para petani menggunakan berbagai merk pestisida sebagai obat padi meski harga pestisida tersebut cukup menguras kantong karena memiliki harga cukup tinggi.

Selama ini, kebanyakan petani padi hanya berfokus pada pengendalian hama, dan penyakit tanaman padi. Karena sepemahaman mereka padi yang bagus harus terbebas dari hama dan penyakit. Meski tidak 100% salah, pemahaman seperti itu juga tidak 100% benar. Karena selain bebas hama dan penyakit tanaman padi juga butuh nutrisi untuk bisa tumbuh dan berkembang.

Kecukupan nutrisi pada tanaman padi merupakan kunci penting terciptanya tanaman yang sehat serta  terhindar dari serangan hama dan penyakit. Karena dengan tercukupinya nutrisi padi akan lebih kuat menghadapi berbagai macam hama dan penyakit.

Berikut ini adalah rekomendasi pemberian obat padi menurut hari tanam, karena peningkatan produksi panen padi dapat dicapai dengan terlebih dahulu mengetahui setiap hari perkembangan tanaman padi. 

Pada umumnya perkembangan morfologi tanaman padi dapat dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase vegetatif, dan fase generatif. Setiap fase memiliki tantangan yang berbeda-beda dalam menghadapi serangan hama dan penyakit tanaman.


Fase Vegetatif ( 1 - 65 Hari)

Sebelum membahas obat padi yang cocok di berikan pada masa usia 7 sampai 65 hari sebaiknya kita membahas terlebih dahulu tentang fase vegetatif padi.

Fase vegetatif adalah fase awal pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan benih sampai pembentukan malai.

Tahap Perkecambahan benih (germination)

Pada fase ini benih akan menyerap air dari lingkungan, karena perbedaan kadar air antara benih dan lingkungan, masa dormansi akan pecah yang ditandai dengan kemunculan radicula dan plumule. 

Faktor kelembaban, cahaya, dan suhu yang akan  mempengaruhi perkecambahan benih. Petani biasanya melakukan perendaman benih selama 2x24 jam kemudian diperam 2x24 jam lagi. 

Tahap Pertunasan (seedling stage)

Tahap pertunasan (seedling stage) di mulai begitu benih berkecambah hingga menjelang anakan pertama muncul. Umumnya petani melewatkan tahap pertumbuhan ini di persemaian. 

Pada awal di persemaian, mulai muncul akar seminal hingga kemunculan akar sekunder (adventitious) membentuk sistem perakaran serabut permanen dengan cepat menggantikan radikula dan akar seminal sementara. 

Di sisi lain tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan sampai terbentuknya 5 daun sempurna yang menandai akhir fase ini.

Dengan demikian pada umur 15 – 20 hari setelah sebar, bibit telah mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat. Pada kondisi ini, bibit siap dipindahtanamkan.

Tahap Pembentukan anakan (tillering stage)

Setelah kemunculan daun kelima, tanaman mulai membentuk anakan bersamaan dengan berkembangnya tunas baru. Anakan muncul dari tunas aksial (axillary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. 

Bibit ini menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh (emerging), anakan pertama memunculkan anakan sekunder, demikian seterusnya hingga anakan maksimal.

Pada fase ini, ada dua tahapan penting yaitu pembentukan anakan aktif kemudian disusul dengan perpanjangan batang (stem elongation). 

Kedua tahapan ini bisa tumpang tindih, tanaman yang sudah tidak membentuk anakan akan mengalami perpanjangan batang, buku kelima dari batang di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm sebelum pembentukan malai. 

Sementara tanaman muda (tepi) terkadang masih membentuk anakan baru, sehingga terlihat perkembangan kanopi sangat cepat. Secara umum, fase pembentukan anakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari.

Pada tanaman yang menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) periode fase ini mungkin tidak sampai 30 hari karena bibit tidak mengalami stagnasi seperti halnya tanaman sistem tapin yang beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya sesaat setelah pindah tanam.

Penggunaan pupuk nitrogen (urea) berlebihan atau waktu aplikasi pemupukan susulan yang terlambat memicu pembentukan anakan lebih lama (lewat 30 hst), namun biasanya anakan yang terbentuk tidak produktif.


Pemberian Obat Padi

1. Obat Padi Umur 1 Hari

Pada umur satu hari padi, atau baru pindah masa tanam, obat yang paling cocok di gunakan adalah pestisida jenis moluskisida atau obat racun keong mas.

Pemberian moluskisida di harapkan agar padi yang baru di pindah tanam ini tidak habis di makan oleh keong mas, hal ini di karenakan padi yang baru di pindahkan belum memiliki batang yang kuat sehingga mudah di makan oleh hewan berlendir ini.

Untuk memilih obat jenis ini anda bisa memilih beberapa merk pestisida yang bagus seperti Bentan, Bestnoid, dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya silakan anda baca Racun pembasmi Keong Terdahsyat.

Selain pemberian obat Keong, pemberian herbisida pra tumbuh juga sangat di anjurkan apalagi bagi sawah tadah hujan. Herbisida purna tumbuh di peruntukan agar rumput tidak mudah tumbuh, sehingga padi tidak memiliki kompetitor untuk dapat tumbuh dengan sempurna.

Ada beberapa merk hebisida pra tumbuh yang bisa anda gunakan, diantaranya Ally Plus, Tigold dan lainnya. Baca selengkapnya Obat rumput pratumbuh terbaik untuk padi.

2. Obat Padi Umur 7 Hari

Pada masa padi umur 7 hari setelah pindah tanam biasanya tanaman padi sudah mulai menghijau, dengan daun daunnya yang menghijau berarti proses adaftasi pindah tanam sudah selesai.

Dengan selesainya proses adaftasi maka tanaman padi siap untuk tumbuh dan memulai memproduksi anak, oleh sebab itu obat yang cocok di gunakan pada padi umur 7 hari adalah obat penambah anakan.

Selain jenis obat penambah anakan padi, obat padi umur 7 hari juga bisa diaplikasikan adalah jenis fungisida, Fungisida ini berkahsiat untuk menghentikan pertumbuhan jamur yang biasanya timbul akibat patahan (potongan) daun dan batang padi saat pindah tanam.

3. Obat Padi Umur 15 Hari

Pada usia ini anakan padi sudah mulai tumbuh, pemberian pupuk berunsur nitrogen (UREA) sangat dianjurkan guna merangsang pertumbuhan akar, agar anak yang dihasilkan bisa tumbuh dengan sempurna

4. Obat Padi Umur 30 Hari

Pada masa ini adalah  peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. 

Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 2 diberikan. Dengan  demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal. Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi  tersebut di atas. 

Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan dan hasilnya dapat memuaskan. Pemupukan tanaman padi disesuaikan dengan kondisi cuaca/iklim, struktur  tanah, waktu, tempat, varietas dan faktor lainnya

5. Obat Padi Umur 45 - 65 Hari

Umur 45 hari pada jenis padi genjah biasanya sudah mulai bunting kecil, untuk fase ini berikanlah pestisida khusus ulat yang bersifat sistemik demi mencegah menetasnya ulat penyebab beluk.

Selain pemberian pestisida, pengaplikasian fungisida pada umur 65 hari juga bisa di berikan guna mendapatkan bobot padi yang maksimal.


Demikianlah ulasan singkat tentang pemberian obat padi pada umur 1 sampai 65 hari, semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Terimaksih


0 Response to "OBAT PADI UMUR 7, 15, 30, 45, DAN 65 HARI. KUNCI SUKSES BERTANI PADI."

Post a Comment

Iklan Tautan

Iklan Tengah Artikel 1

3361

Tautan