5 Merk Fungisida Bahan Aktif Tembaga (Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat) - kliktani.com

5 Merk Fungisida Bahan Aktif Tembaga (Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat)

Fungisida Bahan aktif tembaga banyak sekali di jumpai di berbagai merk fungisida, bahan aktif tembaga pada fungisida juga memiliki beberapa jenis seperti Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat, Fungisida dengan bahan aktif tembaga memiliki fungsi untuk mengendalikan penyakit yang di sebabkan oleh jamur seperti, hawar daun, blast, dan lain-lain.

Dalam mengendalikan penyakit, secara umum fungisida bahan aktif tembaga akan bekerja dengan cara melepaskan Partikel ion tembaga (Cu2+) ke anggota tubuh tanaman, partikel tersebut kemudian akan melapisi permukaan daun, dan bertindak sebagai sumber ion yang terus melepaskan ion Cu2+.

Ion tembaga bebas juga sekaligus berfungsi sebagai perisai untuk melindungi tanaman dari infeksi penyakit. sehingga tanaman mampu terlindungi dari serangan jamur.

Seperti yang kami sampaikan diatas, fungisida bahan aktif tembaga juga memiliki kombinasi seperti trembaga Hidroksida, Tembaga Oksida, Tembaga Oksiklorida, dan Sulfat.

Berikut ini adalah 5 merk fungisida berbahan aktif tembaga dari berbagai pabrik pembuat pestisida.

1 Fungisida COPCIDE 77WP


Fungisida Copcide 77WP merupakan produk baru dari Cap Kapal Terbang yang berbahan aktif tembaga hidroksida (Cu(OH)2), yang terbukti efektif mengendalikan serangan jamur dan bakteri pada tanaman.
Fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida (copper hydroxide) ini mampu berfungsi ganda, sebagai pengendali jamur (fungisida), sekaligus pengendali bakteri (bakterisida). 

Copcide 77WP juga memiliki ukuran partikel yang lebih kecil, karena bentuknya tepung (Wettable Powder/WP), sehingga memiliki luas permukaan partikel yang lebih besar yang akan menambah keefektifannya dalam mengendalikan serangan penyakit

Cara kerja fungisida copcide adalah, ketika dilarutkan dalam air, kristal dari Copcide 77WP akan memecah secara perlahan dengan melepaskan ion tembaga bebas (Cu2+) dalam bentuk bioaktif.
Partikel tersebut kemudian akan melapisi permukaan daun dan bertindak sebagai sumber ion yang terus melepaskan ion Cu2+ sekaligus berperan sebagai perisai untuk melindungi tanaman dari infeksi penyakit.

Cu2+ sendiri merupakan ion yang memiliki ikatan kuat yang mampu menempatkan ion Cu pada tempat metal lain dalam bentuk biomolekul dan mampu merubah bentuk sekaligus merusak molekul protein sasaran. 

Selain itu, Cu2+ bekerja dengan merusak fungsi enzim dan sistem transportasi energi serta merusak integritas sel dan membran sel jamur. Sedangkan pada bakteri, Copcide 77WP dapat mencegah pembelahan sel yang merupakan proses reproduksi dari bakteri.

Fungisida ini memiliki sifat broad spectrum atau spektrum pengendaliannya luas. Sehingga bisa untuk mengendalikan segala jenis jamur dan bakteri sekaligus.

2. Fungisida Funguran 80 WP

FUNGURAN 80 WP adalah fungisida dengan bahan Aktif Tembaga Hidroksida 80%, yang mampu mengendalikan penyakit yang di sebabkan oleh jamurpada tanaman cabai, kentang, tomat, dan teh.

Keunggulan Fungisida Funguran 80WP

  1. Perlindungan HANDAL terhadap Jamur dan Bakteri
  2. Berspektrum Luas, baik sebagai Fungisida maupun Bakterisida. Yang dapat melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri pada berbagai jenis tanaman.
  3. Memberikan nutrisi bagi tanaman, karena mengandung tembaga, sehingga tanaman menjadi lebih subur dan memberikan hasil yang Optimal.
  4. Memiliki daya rekat yang kuat sehingga tidak mudah tercuci oleh air siraman ataupun air hujan.
  5. TIDAK bersifat korosif, tidak merusak alat semprot dan tidak menyebabkan mampet pada nosel.
  6. TIDAK menimbulkan RESISTENSI untuk pemakaian jangka panjang.

Dosis Fungisida Funguran 80WP

  • Cabai Merah: (Antraknosa Colletothricum Sp) Dosis: 0.5-1 Gram/Liter
  • Kentang: (Busuk Daun/Lodoh/Phythopthora Infestans) Dosis: 1-2 Kg/Ha
  • Tomat: (Busuk Daun/Lodoh/Phythopthora Infestans) Dosis: 1-2 Kg/Ha
  • Teh: (Cacar Daun/Exobasidium vexans) Dosis: 62.5-125 Gram/Ha

PERINGATAN!


"Fungisida FUNGURAN tidak dapat dicampur dengan pestisida lainnya yang bersifat basa kuat, seperti bubur Bordeaux, bubur California, atau sabun Cuci."

3. Fungisida NORDOX 56WP


Mengandung bahan aktif Copper Oxide 56% setara dengan Cu 50% dalam formulasi WP buatan NORDOX 56 WP AS, Norwegia.

Cara kerja Fungisida NORDOX 56 WP adalah sebagai Fungisida dan Bakterisida, fungisida sebagai pengendali jamur yang kuat, karena bahan aktif dan pembawanya merupakan unsur mikro Cu dan sekunder Ca/mg, dapat berefek "Tonic" pada tanah yang kekurangan unsur hara.
Sebagai bahan alami karena terbuat dari bahan-bahan alam, masuk ke dalam Pertanian "Organic Material Reviews Institute" (OMRI) di Amerika dan Institute of Marketecology (IMO) di Uni Eropa.

Pada tanaman padi, diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan UREA / NPK sebelum tanam, 15 dan 30 hari setelah tanam.

Tanaman akan tumbuh subur, anakan lebih banyak, bebas dari serangan keong mas. Sebagai bakterisida/fungisida maka akan menekan berkembangnya penyakit seperti kresek/Blast. 
Apabila masih ada serangan tertular dari luar hamparan, semprotkan fungisida NORDOX 56 WP dengan interval seminggu sekali sampai serangan penyakit berhenti berkembang.

Dosis dan Fungsi  Fungisida Nordox 56WP

  • Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Perlakuan benih : 10 - 20 g/kg benih)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 3 - 6 g/l)
  • Kentang : penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 kg/ha)
  • Kopi : penyakit karat daun Hemileia vastatrix (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Padi : penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 g/l)
  • Padi : penyakit hawar daun Xanthomonas oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)
  • Padi : penyakit bakteri daun bergores Xanthomonas oryzae (Perlakuan benih : 2,5 g/kg benih)
  • Padi gogo : penyakit hawar daun bakteri Xanthomonas campestris (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 g/l)
  • Teh : penyakit cacar daun Exobasidium vexans (Penyemprotan volume tinggi : 7,5 - 15 g/ha)

4. Fungisida KUPROXAT 345SC


KUPROXAT 345 SC merupakan fungisida yang juga berfungsi sebagai bakterisida. Berbahan aktif tembaga oxysulfat direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit hawar daun pada padi sawah (Kresek), penyakit antraknosa pada tanaman cabai, penyakit blendok pada jeruk dan penyakit busuk buah pada kakao.

KEUNGGULAN PRODUK :

  1. Fungisida KUPROXAT 345 SC mengandung tri-basic Copper Sulfate sebagai bahan aktifnya Efektif baik sebagai fungisida maupun bakterisida karena ukuran partikelnya yang sangat halus dan daya melekatnya yang baik.
  2. Satu-satunya produk berbahan aktif tembaga yang difrormulasi dalam bentuk cair.
  3. Spektrum yang luas yang bekerja secara multisite, sehingga jamur resisten menjadi sangat kecil.
  4. Pelepasan ion Cu terkontrol dengan baik dan bersifat slow release sehingga tidak fitotoksik terhadap tanaman dan dapat melindungi tanaman dari jamur dan bakteri dalam waktu yang lama.
  5. Ukuran partikel paling kecil dibanding fungisida tembaga lainnya sehingga penutupan yang baik pada tanaman.
  6. Bersifat rainfastness (tahan terhadap pencucian air hujan).
  7. PH formulasi dan larutan semprot bersifat netral, sehigga tanaman tidak akan stress pada saat disemprot.
  8. Stabilitas suspensi yang tinggi pada larutan dalam tangki, sehingga tidak ada pengendapan dan tidak menyumbat nozzle.

5. Fungisida CUPROPHOS 15/30 WG



CUPROPHOS 15/30 WG adalah Fungisida protektif berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air, dengan bahan aktif mankozeb 30 % dan tembaga sulfat 15 %, yang efektif mengendalikan penyakit hawar daun (Phytophthora infestans).


Demikianlah 5 merk fungisida bahan aktif tembaga (Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat), Semoga bermanfaat dan sekaligus bisa menambah wawasan bagi kita semua. Terima kasih.

0 Response to "5 Merk Fungisida Bahan Aktif Tembaga (Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat)"

Post a Comment

Iklan Tautan

Iklan Tengah Artikel 1

3361

Tautan