24 MERK FUNGISIDA UNTUK TOMAT DI MUSIM HUJAN UNTUK ATASI PENYAKIT HAWAR DAUN DAN BUSUK BUAH - kliktani.com

24 MERK FUNGISIDA UNTUK TOMAT DI MUSIM HUJAN UNTUK ATASI PENYAKIT HAWAR DAUN DAN BUSUK BUAH

 


Menanam tomat di musim penghujan memang memilki tantangan tersendiri, selain kendala serangan ulat pada buah yang masih hijau, serangan cendawan Phytophthora infestans yang menyababkan penyakit hawar daun ini juga sangat menjengkelkan, Oleh sebab itu di butuh kan sebuah obat jamur terbaik untuk mengatasi penyakit ini. Berikut ini akan kami sampaikan berbagai macam merk fungisida untuk tomat di musim hujan yang bisa anda pilih untuk mengatasi masalah ini.

Namun, sebelum kita membahas tentang daftar fungisida, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang jamur Phytophthora infestans pada tanaman tomat, agar pengetahuan kita semakin bertambah dan mempermudah proses pengendaliannya.

Penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans ini merupakan penyakit yang diawali dengan layu pada sebagian besar jaringan tanaman, terutama pada bagian daun, yang akan dengan cepat mengakibatkan terjadinya klorosis. Proses klorosis ini terjadi sangat cepat, hanya dalam beberap hari saja, bagian tanaman yang terserang akan mengalami perubahan warna menjadi coklat, dan menyebabkan kematian jaringan dibawah permukaan.

Penyakit hawar daun pada tanamanan tomat bisa menyebabkan kerugian yang amat besar, karena serangan jamur ini cepat meluas dan mendadak, dan parahnya intensitas serangannya akan lebih cepat pada saat musim penghujan, karena dengan kondisi kelembaban tinggi cendawan ini sangat mudah berkembang biak.


Ciri Penyakit Hawar Daun dan Busuk Buah Pada Tomat

Ciri yang timbul akibat jamur ini akan menyebabkan daun yang terserang akan timbul bercak berwarna coklat hingga hitam. Pada awalnya sisi daun atau ujung daun hanya tertampak bercak beberapa millimeter saja. Namun akhirnya akan terus meluas keseluruh bagian daun hingga tangkai daun. 

Penyakit hawar daun ini juga menyerang pangkal daun, sehingga menimbulkan bercak berwarna hijau hingga coklat dan berair. Bercak ini dikelilingi oleh massa spongaria yang berwarna putih dengan lalat belakang berwarna hijau kelabu. Pada serangan lebih lanjut akan menyebar ke bagian batang, tangkai dan buah tomat.

Karena di musim hujan yang tingkat kelembabanya tinggi, maka jamur ini akan cepat menyebar, untuk mencegah semakin bertambah parah, maka di sarankan untuk segara menggunakan fungisida  sebagai racun pengendali jamur pada saat muncul sedikit bercak cokelat pada sisi atau ujung daun.

Berikut ini adalah berbagai jenis merk fungisida untuk tomat yang bisa kita gunakan untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan busuk buah yang sering muncul pada saat musim hujan.


Daftar Fungisida Untuk Tomat

1. VALIS - M 66 WG 

mankozeb (mancozeb) : 60 % valifenalat (valifenalat) : 6 %, Fungisida protektif berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air.

  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kentang : penyakit busuk daun Phytophthora infestans (penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (penyemprotan volume tinggi : 1,25 - 2,50 g/l)


2. ZENITH 75 WP 

propineb (propineb) : 75 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 g/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)
  • Tomat: penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi: 1,5 g/l)


3. ZAMPRO 525 SC 

  • ametoktradin (ametoctradin) : 300 g/l, dimetomorf (dimethomorph) : 225 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif berbentuk pekatan suspensi.
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 400 - 500 ml/ha)
  • Tomat: penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi: 500 ml/ha)


4. WARDER 45 WP 

simoksanil (cymoxanil) : 4 %, tembaga oksiklorida (copper oxychloride) : 29 %, zineb (zineb): : 12 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan

  • Bawang merah : Penyakit embun tepung, Perenospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Cabai : Penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 4 g/l)
  • Tembakau : penyakit lanas Phytophthora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi: 3 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 4 g/l)


4. KARIBU 75 WP

klorotalonil : 75 %. Fungisida protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit bercak daun Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


5. TRIVIA 73 WP

fluopikolid : 6 %, propineb : 67 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Anggrek : penyakit bercak daun Cercospora dendrobii, penyakit busuk hitam Phytophthora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Apel : penyakit embun tepung Podosphaera leucontricha, penyakit bercak daun Marssonina coronaria (Penyemprotan volume tinggi : 3 kg/ha)
  • Bawang daun : penyakit barcak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 kg/ha)
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri, penyakit busuk daun peronospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2,25 kg/ha)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici, penyakit busuk buah Phytohthora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2,25 kg/ha)
  • Durian : penyakit kanker batang Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis, penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Jagung: penyakit bulai Peronosclerospora maydis  (Perlakuan benih: 15 - 20 g/kg benih)
  • Jagung: penyakit bulai Peronosclerospora maydis penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum  (Penyemprotan volume tinggi: 2 kg/ha)
  • Kacang panjang : penyakit antraknosa Colletotrichum lindemutianumvignae  penyakit bercak daun Cercospora vignae  (Penyemprotan volume tinggi: 2 kg/ha)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi: 2 kg/ha)
  • Kedelai : penyakit karat daun Phakospora pachyrhizi (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 kg/ha)
  • Kentang: penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi: 750 g/ha)
  • Krisan : penyakit karat Puccinia shrysanthemi (Penyemprotan volume tinggi : 4 g/l)
  • Kubis : penyakit bercak daun Alternaria brassicae (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Melon: penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium (Penyemprotan volume tinggi: 1 - 1,5 kg/ha)
  • Mentimun: penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensislagenarium  penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium  (Penyemprotan volume tinggi: 1 - 1,5 kg/ha)
  • Padi : penyakit bercak coklat Cercospora janseana, penyakit blas Pyricularia oryzae, penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit hawar daun Xanthomonas oryzae, penyakit bercak bulir gabah Cercospora janseana (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 kg/ha)
  • Semangka : penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 kg/ha)
  • Semangka : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2 kg/ha)
  • Tembakau : penyakit lanas Phytophthora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi : 3 kg/ha)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2,25 kg/ha)


6. TARGET 500 SC

fenamidon : 504,1 g/l. Fungisida translaminar, yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi.

  • Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Perlakuan benih : 4 - 6 ml/kg benih)
  • Kentang : penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 ml/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2 ml/l)


7. SYSCON 64/8 WP

mankozeb : 64 %, metalaksil : 8 %. Fungisida sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 g/l)


8. DAMAZEB 80 WP

mankozeb : 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)


9. DARGO 76 WP

propineb : 70 %, simoksanil : 6 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)


10. CYCOZEB 8/64 WP

mankozeb (mancozeb) : 64 %, simoksanil (cymoxanil) : 8 %. Fungisida protektif dan sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)


11. CUSTODIA 320 SC

azoksistrobin (azoxystrobin) : 120 g/l, tebukonazol (tebuconazole) : 200 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat preventif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi.

  • Apel: penyakit bercak daun Marssonina coronaria (Penyemprotan volume tinggi: 200 ml/ha)
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri, penyakit busuk daun Peronospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 400 ml/ha)
  • Cabai : penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 200 - 400 ml/ha)
  • Jagung : penyakit busuk pelepah Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi: 200 ml/ha)
  • Jeruk: penyakit embun tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi: 800 ml/ha)
  • Kentang : penyakit bercak kering Alternaria solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,4 ml/l)
  • Kopi : penyakit karat daun Hemileia vastatrix (Penyemprotan volume tinggi: 600 ml/ha)
  • Mangga : penyakit antraknosa Colletrotricum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 0,6 - 0,8 ml/l)
  • Padi : penyakit hawar upih daun Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Tomat : penyakit bercak daun kering Alternaria solani (Penyemprotan volume tinggi : 600 ml/ha)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 400 ml/ha)


11. CONSENTO 450 SC

fenamidon : 75 g/l, propamokarb hidroklorida : 375 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi.

  • Bawang merah : penyakit embun bulu Peronospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 1 l/ha)
  • Cabai merah : penyakit busuk buah Phytophthora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2 l/ha)
  • Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Perlakuan benih : 20 ml/kg)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2 l/ha)
  • Melon : embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 1500 - 2000 ml/ha)
  • Semangka : embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 1500 - 2000 ml/ha)
  • Tembakau : penyakit lanas Phytophthora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi : 2 l/ha)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 l/ha)


12. CHLORONEX 75 WP 

klorotalonil : 75 %. Fungisida protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)


13. UZZETE 8/64 WP

mankozeb (mancozeb) : 64 %, simoksanil (cymoxanil) : 8 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan

  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


14. AMFONIL 75 WP

klorotalonil : 75 %. fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


15. BRANTACOL 70 WP

propineb : 70 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Cabai : Penyakit bercak daun Cercospora capsici, penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 2,5 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


16. BELLOVA 560 SC 

azoksistrobin (azoxystrobin) : 60 g/l, klorotalonil (chlorothalonil) : 500 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensi

  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 ml/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 ml/l)


17. ARSECA 8/64 WP

klorotalonil : 64 %, simoksanil : 8 %. Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Kentang : penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


18. ANTILA 80 WP 

mankozeb : 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit becak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 g/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici, Gloeosporium gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 2 kg/ha)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 g/l)
  • Kentang : penyakit busuk daun Phythopthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 g/ha)


19. PROCURE 20 WP 

simoksanil : 20 %. Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit busuk daun Peronospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Cabai : penyakit busuk buah Phytophthora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Jagung : penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum, penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Penyemprotan volume tinggi : 4 g/l)
  • Kacang panjang : penyakit bercak daun Cercospora vignae (Penyemprotan volume tinggi: 1 g/l)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Kedelai: penyakit karat Phakospora pachyrhizi (Penyemprotan volume tinggi: 2 g/l)
  • Mangga: penyakit bercak daun Stigmina mangiferae indica (Penyemprotan volume tinggi: 1,5 g/l)
  • Melon : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi: 1 g/l)
  • Padi : penyakit hawar daun Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi: 2 g/l)
  • Semangka : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi: 1 g/l)
  • Tembakau : penyakit embun tepung Oidium tabaci (Penyemprotan volume tinggi: 2 g/l)
  • Tembakau : penyakit rebah semai  Pythium aphanidermatum  penyakit lanas Phytophthora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi: 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)


20. PHYTOKLOR 82,5 WG

klorotalonil (chlorothalonil) : 82,5 %. Fungisida sistemik berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air.

  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Kelapa sawit : penyakit bercak daun coklat Culvularia maculans (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 g/l)
  • Mangga : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 g/l)
  • Tomat: penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi: 1,5 g/l)


21. ORION 50 WP

simoksanil : 50 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)


22. MANTRAKOL 70 WP

propineb (propineb) : 70 %. Fungisida kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Anggur : penyakit tepung/embun bulu Plasmopara viticola (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Cabai : penyakit bercak daun Cercospora capsici, penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Jagung : penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Jeruk : penyakit embun tepung Oidium tingitaninum (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kubis : penyakit bercak daun Alternaria brassicae (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Padi : penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit bercak coklat sempit Cercospora janseana (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l) PT Excel Meg Indo (info)


23. METAZEB 80 WP

mankozeb (mancozeb) : 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Apel : penyakit embun tepung Podosphaerela leucontricha (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 g/l)
  • Bawang merah : penyakit bercak daun Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 g/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides, Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 kg/ha)
  • Karet : penyakit embun tepung Oidium heveae (Penyemprotan volume tinggi : 3 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 g/l)
  • Tomat : penyakit busuk daun Phythopthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 g/l)


24. LONGER 75 WP

klorotalonil (chlorothalonil) : 75 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan.

  • Bawang merah : penyakit embun bulu Peronospora destructor, penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Kentang : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Semangka : penyakit embun bulu Pseudoperenospora cubensis, antraknosa Colletotrichum cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
  • Tomat : penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)

0 Response to "24 MERK FUNGISIDA UNTUK TOMAT DI MUSIM HUJAN UNTUK ATASI PENYAKIT HAWAR DAUN DAN BUSUK BUAH"

Post a Comment

Iklan Tautan

Iklan Tengah Artikel 1

3361

Tautan