JENIS PAKAN UTAMA DAN TAMBAHAN (PENDAMPING) IKAN LELE KECIL AGAR TUMBUH SEHAT DAN CEPAT BESAR - kliktani.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JENIS PAKAN UTAMA DAN TAMBAHAN (PENDAMPING) IKAN LELE KECIL AGAR TUMBUH SEHAT DAN CEPAT BESAR


Dalam menentukan pakan ikan lele baik yang sudah besar maupun kecil, kita harus selektif dalam memilih jenis pakan dari berbagai usia pertumbuhan ikan lele. Karena selain tempat tinggal (kolam) salah satu kunci sukses budidaya ikan lele adalah pakan. Pakan yang baik adalah yang memenuhui semua unsur nutrisi yang di butuhkan untuk lele kecil tumbuh cepat besar.

Pakan yang baik haruslah memiliki rasio jumlah pakan lebih kecil berbanding dengan rasio pertumbuhan daging. Semakin kecil rasio jumlah pakan (di bawah 1 cm) maka dapat dipastikan kualitas pakan ikan semakin baik. 

Selain pakan utama, dalam usaha lele juga diperlukan pakan tambahan. Biasanya pakan tambahan berfungsi sebagai alternatif jika pakan utama dirasa terlalu mahasulit didapatkan, sehingga porsi pakan utama dikurangi dan digantikan dengan tambahan pakan alternatif.

Pemberian pakan ikan lele utama lebih baik diberikan pada saat sore atau malam hari, ketika ikan lele sedang aktif. Porsi, frekuensi, dan aturan pemberian pakan lele adalah 4-5 kali sehari, perkirakan bahwa setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari berat bobot tubuhnya. Berikan secukupnya, bila lele mulai malas memakan pakan utama hentikan pemberian pakan. 

Pakan Utama Lele Kecil

1. Pelet

Pada umumnya pakan utama berupa pelet ikan yang mengandung protein hewani (30%), lemak (15%), karbohidrat (20%), dan vitamin. Anda harus pintar memilih di pasaran, pakan mana yang memenuhi seluruh standard kebutuhan nutrisi ikan lele. Sementara itu untuk pakan bibitan lele yang cukup kecil bisa diberikan pakan alami berupa fitoplankto, kutu air, cacing kecil, dan jentik-jentik.

Pakan Tambahan Ikan Lele Kecil

Di samping memberikan pakan utama, pemberian pakan tambahan atau pendamping juga diperlukan untuk menghemat biaya pengeluaran pakan. Umumnya pakan tambahan dapat berupa fitoplankton, cacing, dan kutu air, yang bisa di berikan sebagai pendamping pakan utama ikan lele kecil

Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, paka tambahan tersebut tidak kalah nutrisinya dari pakan utama. Sehingga jika memberikan pakan tambahan pada ikan lele, maka porsi pakan utama harus dikurangi. Dalam pemberian pakan lele jangan sampai telat dan kurang, karena bisa memicu kanibalisme ikan lele besar yang bisa mengancam ikan lele yang lebih kecil. 

1. Fitoplankton

Fitoplankton merupakan organisme yang berukuran renik, memiliki gerakan yang sangat lemah, bergerak mengikuti arah arus, dan dapat melakukan proses fotosintesis karena memiliki klorofil dalam tubuh. Fitoplankton sebagian besar terdiri atas alga (ganggang) bersel tunggal yang berukuran renik. Akan tetapi, beberapa jenis di antaranya ada juga yang suka membentuk koloni. 

Penggunaan fitoplankton untuk pakan ikan lele kecil sangat menguntungkan. Beberapa keuntungannya antara lain bernilai nutrisi yang tinggi, mudah dikultur, berukuran sesuai dengan bukaan mulut larva, memiliki pergerakan yang mampu memberikan rangsangan bagi anak ikan lele untuk memangsanya, dan berkemampuan untuk berkembang biak dengan cepat dalam waktu relatif singkat sehingga ketersediaannya dapat selalu terjamin sepanjang waktu

2. Kutu Air.

Biasanya kutu air dimanfaatkan sebagai pakan pada usaha ikan hias, karena kandungan protein pada kutu air dapat mencapai 65% dan lemak sekitar 6% yang sangat berguna pada proses pertumbuhan ikan.

Seiring berjalannya waktu, kutu air tidak hanya dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias, melainkan juga dimanfaatkan sebagai pakan ikan konsumsi seperti lele. Terdapat 2 jenis kutu air yang paling mudah dibudidayakan serta paling gampang ditemukan, yaitu Daphina dan Moina.

Daphina

Daphina memiliki bentuk lonjong agak pipih dan berukuran sekitar 1 hingga 5 mm serta memiliki warna cokelat kemerahan. Pada bagian kepalanya terdapat 2 antena serta memiliki ekor yang lancip.

Daphina banyak ditemukan di air tawar dengan suhu 26 hingga 30 derajat celcius dan ph 6,5 hingga 7,5. Daphina dapat berkembang secara seksual, yaitu dengan melakukan perkawinan dan aseksual, yaitu dengan menghasilkan telur tanpa pembuahan. Daphina memiliki siklus hidup selama 34 hari dan dapat melahirkan atau menghasilkan anak setiap harinya. Umumnya, daphina dapat menghasilkan 39 ekor anak per hari. Bahkan, pada jenis tertentu seperti daphina magna dapat beranak hingga 100 ekor per hari.

Moina

Moina memiliki ukuran sekitar 0,9 hingga 1,8 mm dengan warna cokelat kemerahan. Pada komponen perutnya terdapat 10 rambut getar atau silia dan pada komponen punggungnya ditumbuhi rambut kasar.

Moina dapat ditemukan pada semua perairan air tawar dengan suhu 24 hingga 30 derajat celcius dan ph 6,5 hingga 7,5. Sama seperti daphina, moina juga berkembang biak secara seksual dan aseksual. Siklus hidup moina lebih pendek dibandingkan dengan daphina, yakni hanya sekitar 13 hari dengan kemampuan menghasilkan anak sekitar 32 ekor per hari.

3. Cacing Sutra

Cacing sutra atau tubifex, adalah cacing yang berbentuk seperti rambut, dengan ukuran yang sangat kecil dan halus dari cacing yang lainnya, cacing sutra ini hidup bergerombol, cacing sutra memiliki warna merah kecoklatan serta ada yang warna coklat muda. Jika di lihat sepintas, didalam air cacing sutra seperti handuk berwarna merah muda.

Cacing sutra kita bisa temukan di selokan-selokan yang tercampur limbah rumah tangga, limbah hewan, atau limbah ampas tahu yang disitu aliran airnya tidak begitu deras.

Cacing sutra di manfaatkan bagi para pembudidaya ikan, sebagai pakan utama untuk larva lele yang baru menetas, ada banyak kandungan zat gizi yang terdapat di cacing sutra, sehingga larva lele akan cepat besar di bandingkan dengan larva lele yang tidak diberi pakan cacing sutra.

4. Rebusan Kuning Telur

Sepertinya orang sudah lupa dengan yang satu ini, sehingga selalu menggunakan cacing untuk pakan ikan lele yang masih kecil. Atau bisa juga karena memang tidak tahu. Padahal, dulu, yaitu sekitar tahun 1980-an, para ahli perikanan suka menyarankan agar memberi makan ikan lele dengan kuning telur.

Karena struktur kuning telur ayam atau bebek memiliki kesamaan dengan kuning telur atau makanan cadangan ikan. Jadi tidak ada masalah atau tidak berdampak negatif untuk kehidupannya.

Post a Comment for "JENIS PAKAN UTAMA DAN TAMBAHAN (PENDAMPING) IKAN LELE KECIL AGAR TUMBUH SEHAT DAN CEPAT BESAR "