Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Merk Insektisida Berbahan Aktif Emamektin Benzoat Paling Jago


Insektisida sebagai obat pengendali hama pada tanaman memiliki berbagai jenis bahan aktif yang terkandung di dalamnya, masing-masing bahan aktif ini memiliki kinerja yang berbeda-beda seperti Emamektin benzoat yang merupakan jenis bahan aktif insektisida baru yang memiliki daya bunuh cukup tinggi terhadap serangga hama, tapi kurang beracun pada serangga-serangga bermanfaat seperti lebah madu, parasitoid dan predator. 

Emamektin benzoat (emamectin benzoate) adalah bahan aktif yang di kenal sangat baik dalam menanggulangi hama, karena emamektin benzoat mampu meningkat 3 kali lipat, dalam mengatasi larva hama lepidopteran, dan dengan dosis yang sangat rendah (0,084 ~ 2g / ha), emamektin benzoat memiliki efek yang baik, dan tidak membahayakan bagi serangga yang menguntungkan dalam proses pengendalian hama. 

Emmamectine Benzoat merupakan derivative dari abamectine yang dihasilkan oleh bakteri Streptomyces avermitilis yang efektif mengendalikan nematoda, artropoda, dan beberapa hama lainnya. Bekerja secara kontak dan sistemik dengan cara menembus jaringan daun dan membentuk reservoir dalam daun. Jika termakan atau kontak dengan hama akan menyebabkan efek menghambat kontraksi otot dan system motorik serangga terganggu dan menyebabkan kematian.

Selain itu, bahan aktif ini memperluas spektrum insektisida dan mengurangi toksisitas pada manusia dan hewan., sehingga banyak produsen pestisida mulai berlomba-lomba membuat insektisida berbahan aktif ini untuk di produksi secara masal.

Nah... kali ini kami akan mengulas 5 Merk Insektisida dengan bahan aktif Emamektin Benzoat.


1. EMACEL 30 EC

EMACEL 30 EC Merupakan insektisida berbahan aktif emamektin benzoat (emamectin benzoate) 30 g/l, dengan kode formulasi EC (Emulsifiable Concetrate). Emacel 30 EC bersifat racun kontak dan lambung yang dapat di emulsikan, dan berfungsi sebagai obat hama untuk ulat grayak (penggorok daun) pada tanaman jagung, padi, dan bawang merah.

Obat pertanian ini dapat berfungsi dengan optimal jika di aplikasikan pada saat sore menjelang malam, karena Emacel 30EC adalah insektisida bersifat racun kontak dan lambung, sehingga efektivitasnya akan sangat baik jika racunya langsung terkena oleh hama sasaran. Karena kita ketahui bahwa hama sejenis ulat grayak atau penggerek daun biasanya keluar ketika malam hari untuk memakan daun.

Dosis yang tepat dan sesuai anjuran adalah 1,5 ml/l atau 24 ml/tengki ukuran 16 liter air, namun jika terjadi serangan hama dengan intensitas tinggi, kita bisa menambahkan dosisnya menjadi 30 - 40 ml/tengki ukuran 16 liter. 

Untuk selengkapnya silakan baca artikel yang berjudul :"FUNGSI DAN DOSIS EMACEL 30EC, INSEKTISIDA AKURAT PEMBASMI ULAT PADA TANAMAN JAGUNG, PADI, BAWANG, DAN TANAMAN LAINNYA"


2. SAGRI-BEAT 7/30 WP

SAGRI – BEAT 7/30 WP merupakan insektisida dengan bahan aktif ganda Emmamectine Benzoat 7% dan Chlorbenzuron 30%, bekerja sebagai racun kontak sistemik berbentuk tepung untuk mengendalikan telur, ulat dan kutu-kutuan pada tanaman padi dan sayur-sayuran.

SAGRI – BEAT 7/30 WP Bekerja secara cepat untuk mengendalikan telur, ulat dan kutu-kutuan pada tanaman padi dan sayuran Lebih mudah, hemat dan efektif. Dengan bahan aktif ganda lebih optimum dan mudah meresap kedalam jaringan tanaman sehingga bekerja lebih cepat mengendalikan hama tanaman.


3. MATIC 45 EC

Insektisida Matic 45 EC bersifat racun perut dan mempunyai kemampuan penetrasi ke dalam jaringan daun (translaminar) dan sistemik akropetal. Sangat Efektif mengendalikan hama ulat grayak, ulat buah dan ulat jengkal pada tanaman bawang merah, cabai, kedelai, kubis, dan tomat..


4. SIKLON 5.7 WG

Siklon 5.7 WG merupakan prodak insektisida unggulan dari PT NUFARM INDONESIA, yang telah banyak menetaskan prodak pestisida bekualitas seperti WIPER 50 EC,SINERGY 300 EC, NUMECTIN 20 EC, GIBGRO 20 TB dan Lainnya.

Siklon 5.7 WG adalah insektisida translaminar berbentuk granule dengan bahan aktif: emamektin benzoate 5.7%, ampuh dalam mengendalikan hama ulat pada tanaman Bawang Merah dan Cabai

Keunggulan:

  • Ampuh mengendalikan ulat grayak serta menjaga daun tanaman tetap hijau dan sehat
  • Aman terhadap serangga bermanfaat serta ramah lingkungan


5. PRIMAMECT 200 SC

Prima-Mect 200 SC adalah insektisida racun kontak dan sistemik dengan bahan aktif ganda yaitu Emamektin benzoat 50 g/L dan Indoksakarb 150 g/L berbentuk pekatan yang dapat disuspensikan dalam air berwarna putih susu untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman kubis.

Keunggulan :

  • Bahan aktif ganda, lebih efektif mengendalikan hama ulet dengan 2 cara kerja.
  • Membuat ulet berhenti makan sehingga kerusakan daun yang lebih parah dapat dicegah.
  • Mempunyai sifat translaminar, mampu mengendalikan ulat yang ada di dalam jaringan daun.


PENUTUP

Dalam bisnis budidaya tanaman, tanaman yang tumbuh subur dan sehat merupakan investasi yang berharga, oleh karena itu hama dan penyakit harus secepatnya di tuntaskan sejak pertama kali di temukan, semakin dini ditemukan maka semakin mudah untuk diatasi.

Kehadiran pestisida sebagai racun pengendali hama dan penyakit harus di gunakan secara bijak oleh pembudidaya tanaman, agar residu yang ditinggalkan oleh pestisida tidak berdampak buruk bagi lingkungan di kemudian hari, Gunakanlah pestisida sesuai dengan fungsinya.

Perlu diperhatikan! Jangan tergiur dengan pestisida yang harganya murah namun tidak memiliki efektivitas dalam menangani hama atau penyakit, karena akan berdapak buruk bagi lingkungan dengan residu yang di tinggalkan, atau juga membeli pestisida yang mahal harganya namun belum teruji khasiatnya, karena itu jermatlah dalam memilih prodak pestisida.

Demikianlah ulasan tentang Insektisida Berbahan Aktif Emamektin Benzoat, Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semua, khususnya bagi anda yang sedang berbisnis budidaya tanaman. Terimakasih.

Post a Comment for "5 Merk Insektisida Berbahan Aktif Emamektin Benzoat Paling Jago"