Pengolahan lahan, Persiapan, dan Penanaman Cabai Merah Konvensional - kliktani.com

Pengolahan lahan, Persiapan, dan Penanaman Cabai Merah Konvensional

Pengelolaan Tanah

  1. Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :
  2. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.
  3. Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 25 - 30 cm, kemudian dikeringkan selama 7 - 14 hari.
  4. Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 90 cm, tinggi 30 - 40 cm, lebar parit 70 - 80 cm, sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek), sebaiknya parit dibuat sedalam 50 cm.
  5. Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 50 centimeter. ( khusus tanah sawah )
  6. Pada saat 80% bedengan kasar telah terbentuk, bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam, domba, kambing, sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 2 kg/tanaman. ( 80 kg/bedengan panjang 12 meter)
  7. Pada tanah yang pH-nya masam, bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran/ pemberian dolomit sebanyak 150 - 250 gram / tanaman. ( 6 – 10 kg/bedengan panjang 12 meter)
  8. Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan, kemudian dibiarkan diangin - anginkan selama kurang lebih 2 minggu.

Catatan :
Jika populasi cabai merah per 9 - 10 amplop antara 16.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm, maka diperlukan pupuk kandang 16 - 32 ton, dan kapur pertanian 2,4 – 4 ton / ha.

Persiapan Benih dan Pembibitan


Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 ha, 10 rol mulsa diperlukan benih + 9 - 10 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Benih dapat disemai langsung dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ukuran 3 x 3 cm, dengan proses dikecambahkan terlebih dahulu melalui pendederan benih.

Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air hangat kuku selama 1 malam untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencuci hamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam bumbung, maka sebelumnya bumbung harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, dolomit, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan.

Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 1 bagian (1 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 100 gr Dolomit + 100 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 100 gr Furadan.

Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam bumbung hingga 90% penuh. Benih cabai merah yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 0,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis.

Berikutnya semua bumbung yang telah diisi benih cabai disusun di bedengan secara teratur disemprot dengan Pentacarb dan Pentacur dan segera ditutup dengan karung goni basah dan daun pisang selama + 6 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari.

Setelah benih keluar bakal akar sepanjang + 1 mm, dapat segera disemaikan ke dalam bumbung. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam bumbung.

Catatan:
Tata cara penyemaian benih ke dalam bumbung prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak.
Penyusunan bumbung berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 - 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa.

Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun Fertiport pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 - 15 hari.

Serta penyemprotan pestisida (Pentacur) pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit rebah batang. Bibit Cabe merah siap tanam umur 25-30 hari. Dan tomat umur 18 hari atau berdaun 4 helai.

Pemasangan Mulsa


Sebelum Mulsa dipasang untuk menutupi permukaan bedengan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai merah adalah sebagai berikut :

Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Misalnya panjang bedengan 12 meter, jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. Jadi, pupuk yang diperlukan sejumlah + 2 s/d 4 kg tergantung dari kesuburan tanah, yang terdiri atas perbandingan 2 ZA : 2 TSP : 2 NPK Phonska, dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate/Boronat dan 2 kg Furadan.

Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan, dan setelah itu disiram air secukupnya atau disemprot dengan larutan EM4, agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah.

Pemasangan Mulsa sebaiknya memperhatikan cuaca, yakni pada saat terik matahari antara pukul 10.00 - 15.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutupi tanah serapat mungkin.

Pemasangan Mulsa minimal dilakukan oleh 2 orang. Caranya adalah : tariklah kedua ujung Mulsa ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan.

Berikutnya tarik pula lembar Mulsa ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 - 50 cm.

Bedengan yang telah ditutup Mulsa dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam.

Penanaman


Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari, dan bibit cabai telah berumur 25 - 30 hari atau berdaun 3 - 4 helai. Sehari sebelum tanam, bedengan yang telah ditutup Mulsa harus dibuatkan lubang tanam dulu.

Jarak tanam untuk cabai merah adalah 60 x 70 cm atau 70 x 80 cm ( sesuai kebutuhan pola tanam ). Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada Mulsa sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan.

Dengan cara demikian Mulsa akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 - 8 cm. Selain itu, dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong.

Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan, kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya, maka akan langsung terbentuk lubang kecil.

Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada Mulsa berbentuk bulatan kecil.

Bibit cabai merah yang siap dipindah tanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. Kemudian sisemprot dengan larutan fungisida sistemik ( Pentacur) atau bakterisida pada dosis 0,5 - 1,0 cc/liter, untuk mencegah penularan penyakit (Phytium/rebah batang).

Setelah media semainya cukup kering, bibit cabai merah dikeluarkan dari bumbung secara hati-hati. Caranya : ambil bumbung berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah.

Bagian dasar bumbung daun pisang ditarik secara pelan dan hati-hati, maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. Bibit cabai merah siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia.

Cara penanaman bibit cabai adalah :


Mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media bumbung; kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat. Bibit cabai merah yang disemai dalam bumbung ini, begitu dipindah tanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Selesai tanam, segera disiram sampai tanahnya cukup basah.

Pemasangan ajir (turus)


Cabai merah umumnya berbuah lebat, sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm atau 2 meter tergantung kebutuhan pola tanam, lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm.

Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah.

Pemasangan ajir harus sedini mungkin, yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir.

Pemeliharaan Tanaman Cabe Merah

  1. Lakukan perompesan pada tunas-tunas air, dan peliharalah cabang berbentuk “ V “
  2. Lakukan pemupukan dengan cara pengecoran 10 hari 1 x dengan dosis 200 ml per tanaman dengan komposisi sbb : NPK Phonska 3 kg, NPK Mutiara 1 kg untuk 1 drum (200 liter), ZA 1 kg, Pupuk organik 2 ember, dan ( Kotoran domba 5 karung + EM4 1 liter + Gula/molase 0,25 kg direndam dalam 1 drum selama 2 minggu ).
  3. Umur 40 hst, dosis tsb. Diatas di tambah KCL German 1 kg/drum, menggantikan ZA.
  4. Lakukan penyemprotan dan pengecoran CNG (Kalsium)20 hari 1 kali. ( umur 25, 45, 65, 95 hst )
Tulisan ini kami post ulang dari situs kliktani.com terdahulu, Berikut ini adalah sumbernya. Demikianlah artikel mengenai Pengolahan, Persiapan, dan Penanaman Cabe merah secara konvensional. Semoga bermanfaat. Tewrimakasih

0 Response to "Pengolahan lahan, Persiapan, dan Penanaman Cabai Merah Konvensional "

Post a Comment

Iklan Tautan

Iklan Tengah Artikel 1

3361

Tautan