7 Fungisida Cair Terbaik Bagi Tanaman Padi, Cabai, Tomat, Jagung, dan Lainnya. - kliktani.com

7 Fungisida Cair Terbaik Bagi Tanaman Padi, Cabai, Tomat, Jagung, dan Lainnya.

Ada dua jenis bentuk fungisida yang banyak beredar di pasaran, kedua bentuk fungisida itu ada yang berbentuk cair dan ada yangberbentuk tepung. Namun kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan fungisida cair dari pada yang berebntuk tepung. Karena menurut mereka fungisida cair lebih mudah untuk di gunakan.

Fungisida berbentuk cair memang lebih banyak jenisnya dari pada yang berbentuk tepung, karena selain lebih mudah larut kedalam air, fungisida cair juga lebih mudah dalam menentukan dosis ukurannya.

Untuk mengendalikan jamur atau cendawan yang berada pada tanaman, sudah sangat lumrah masyarakat kita lebih memilih menggunakan fungisida cair dari pada fungisida berbentuk lainnya.

Sehingga banyak produsen pestisida lebih memilih membuat fungisida berbentuk cair dari pada fungisida berbentuk tepung ataupun berbentuk gas.

Namun tidak semua fungisida cair yang di jual bebas memiliki kemampuan yang sama dalam mencegah atau mengendalikan jamur. Nah berikut ini kami merekomendasikan 7 merk fungisida cair terbaik dalam mengendalikan jamur.

1. Fungisida SCORE 250 EC

Bahan aktif : difenokonazol (difenoconazole) : 250 g/l
Fungisida sistemik dan zat pengatur tumbuh tanaman berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan.
  • Apel : penyakit tepung Phodopshaera leucotricha (Penyemprotan volume tinggi : 5 - 10 ml/100 l)
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 ml/l)
  • Bawang putih : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 0,4 - 0,8 ml/l)
  • Cabai : penyakit bercak daun Cercospora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 ml/l)
  • Jagung : penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,50 ml/l)
  • Jarak Pagar : penyakit embun tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 ml/l)
  • Jeruk : penyakit tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Kacang panjang : penyakit bercak daun Cercospora sp., penyakit karat daun Uromyces sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Kedelai : penyakit bercak kering Cercospora sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,50 ml/l)
  • Kelapa sawit : penyakit daun pembibitan Curvularia maculans, Pestalotiopsis palmarum (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 ml/l)
  • Kentang : penyakit bercak kering Alternaria solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 l/ha)
  • Mangga : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides, penyakit bercak daun Stigmina mangifarae (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,50 ml/l)
  • Padi : penyakit busuk batang Helminthosporium sigmoidum, penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit bercak daun Cercospora sp. (Penyemprotan volume tinggi : 400 ml/ha)
  • Padi : penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 300 - 480 ml/ha)
  • Semangka : penyakit bercak daun Cercospora sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Tembakau : penyakit patik daun Cercospora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,50 ml/l)
  • Tomat : penyakit bercak kering Alternaria solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Tomat : penyakit busuk Septoria lycopersici (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 ml/l) 

2. Fungisida ANVIL 50 SC

Bahan aktif : heksakonazol : 50 g/l
Fungisida kontak berbentuk pekatan suspensi.
  • Apel : penyakit embun tepung Podosphaera leucontricha (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 ml/l)
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 25 - 50 ml/100 l)
  • Bawang putih : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 0,05 - 0,11 l/100 l air)
  • Cabai : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 25 - 50 ml/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Jambu mete : penyakit jamur akar putih Rigidoporus lignosus (Penyiraman di sekitar leher akar : 5 - 10 ml/l)
  • Kacang tanah : penyakit bercak daun Cercospora spp. (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 ml/l)
  • Karet : penyakit cendawan akar putih Rigidoporus lignosus (Penyiraman di sekitar leher akar : 2,5 - 5 ml/l air/pohon)
  • Kedelai : penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Kelapa sawit : penyakit busuk pangkal batang Ganoderma boninense (Injeksi batang : 135 ml/10 l pohon)
  • Kopi : penyakit karat daun Hemileia vastatrix (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 ml/l)
  • Padi : penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, Cercosppora janseana (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 l/ha)
  • Pembibitan kelapa sawit : penyakit barcak daun Curvularia maculans, Pestalotiopsis palmarum (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2 ml/l)
  • Pisang : penyakit sigatoka Mycosphaerella sp. (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 l/ha)
  • Semangka : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 ml/l)
  • Tomat : penyakit bercak kering Alternaria solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,05 - 0,1 l/100 l air)

3. Fungisida SINERGY 300 EC

Bahan aktif : difenokonazol : 150 g/l, propikonazol : 150 g/l
Fungisida sistemik berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan.
  • Bawang merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1,50 ml/l)
  • Jagung : penyakit bercak daun Helminthosporium maydis (Penyemprotan volume tinggi : 3 - 4,5 ml/l)
  • Padi : penyakit busuk upih Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 ml/l)
.

4. Fungisida TOPSIN 500 SC

Bahan aktif : metil tiofanat (thiophanate-methyl) : 500 g/l
Fungisida sistemik berbentuk pekatan suspensi.
  • Apel : penyakit embun tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 ml/l)
  • Bawang merah : penyakit bercak daun Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 l/ha)
  • Bawang putih : penyakit bercak daun Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi : 4 l/ha)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum capsici, Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 ml/l)
  • Karet : penyakit embun tepung Oidium haveae (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 3 ml/l)
  • Melon : penyakit embun tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Padi : penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 l/ha)
  • Padi sawah : penyakit blas Pyricularia oryzae (Perlakuan benih : 15 ml/kg benih)
  • Pisang : penyakit sigatoka Mycosphaerella mosicola (Penyemprotan volume tinggi : 300 ml/ha)
  • Semangka : penyakit embun tepung Oidium sp., penyakit antraknosa Colletotrichum sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Tembakau : penyakit patik daun Cercospora nicotianae (Penyemprotan volume ultra rendah : 1 - 2 l/ha)

5. Fungisida AMISTARTOP 325 SC

Bahan aktif : azoksistrobin (azoxystrobin) : 200 g/l, difenokonazol (difenoconazole) : 125 g/l
Fungsida sistemik yang bersifat protektif, kuratif, dan preventif berbentuk pekatan suspensi.
  • Bawang Merah : penyakit bercak ungu Alternaria porri, Penyakit antraknosa Colletotricum sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Buah naga : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 ml/l)
  • Cabai : penyakit antraknosa Colletotrichum sp., Penyakit bercak daun Cercospora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Jagung : Penyakit bercak daun coklat Helminthosporium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Jeruk : penyakit embun tepung Oidium tingitaninum (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Jeruk : penyakit blendok Phytophthora citrophthora (penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Jeruk : penyakit kulit diplodia Botryodiplodia theobromae (Penyemprotan volume tinggi : 2 ml/l)
  • Kacang tanah : penyakit karat Puccinia arachidis, penyakit bercak daun Cercospora arachidicola (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Kakao : penyakit pembuluh kayu Vascular Streak Dieback (VSD) Oncobasidium theobromae (Penyiraman pada pangkal batang : 1,5 - 2 ml/l, Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 g/l)
  • Karet : penyakit bidang sadap Ceratocystis fimbriata (Pengolesan pada bidang sadap : 30 ml/l)
  • Kedelai : penyakit karat Phakopsora pachyrizi (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 ml/l)
  • Kentang : penyakit bercak kering Alternaria solani, penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Kopi : penyakit karat daun Hemileia vastatrix (penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Krisan : penyakit karat Puccinia chrysanthemi (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 ml/l)
  • Kubis : penyakit akar ganda Plasmodiophora brassicae (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l, Penyiraman : 0,5 - 1 ml/l)
  • Mangga : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides, penyakit bercak daun Stigmina mangiferae (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,50 ml/l)
  • Melon : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)
  • Padang rumput golf : penyakit bercak daun Culvularia lunata (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Padi : penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 ml/l)
  • Padi : penyakit busuk batang Helminthosporium sigmoideum, penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 250 - 300 ml/ha)
  • Padi : bercak coklat sempit Cescospora jansaena (Penyemprotan volume tinggi : 300 ml/ha)
  • Pembibitan jarak : penyakit embun tepung Oidium sp. (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 ml/l)
  • Pembibitan kelapa sawit : penyakit barcak daun Curvularia maculans, Pestalotiopsis palmarum (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 ml/l)
  • Tembakau : penyakit patik Cercospora nicotianae (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 ml/l)
  • Tomat : penyakit bercak kering Alternaria solani, penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l)

6. Fungisida TANDEM 325 SC

Bahan aktif : azoksistrobin (azoxystrobin) : 200 g/l, difenokonazol (difenoconazole) : 125 g/l
Fungisida sistemik yang bersifat protektif, kuratif dan eradikatif berbentuk pekatan suspensi.
  • Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Penyemprotan volume tinggi : 2 ml/l)
  • Kakao : penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Padi : penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit bercak coklat sempit Cercospora janseana, penyakit blas Pycularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l)
  • Padi : penyakit hawar daun Xanthomonas compestris (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
  • Padi : penyakit blas Pyricularia oryzae (Perlakuan benih : 5 g/kg benih)

Itulah ketujuh merk fungisida cair yang bisa anda gunakan dalam mencegah dan mengendalikan jamur pada tanaman padi, Cabai, Tomat, Jagung, ataupun jenis tanaman lainnya.

Untuk harga fungisida cair diatas masing-masing fungisida berbeda-beda, ada yang di jual dengan harga puluhan ribu ada juga yang di jual dengan harga ratusan ribu.

Dalam mengendalikan jamur, tidak selalu fungisida yang dijual dengan harga murah tidak cukup efektif dari pada fungisida yang di jual mahal, semuanya itu tergantung dosis dan cara aplikasi fungisida tersebut.

0 Response to "7 Fungisida Cair Terbaik Bagi Tanaman Padi, Cabai, Tomat, Jagung, dan Lainnya."

Post a Comment

Iklan Tautan

Iklan Tengah Artikel 1

3361

Tautan